Desain Logo

Desain Logo
Perusahaan | Distro | dll. Murah hanya 200rb Hub. 08117450827 | pin BB 22EBD491

Tuesday, 12 March 2013

BI Kurangi Intervensi, Rupiah Bakal 'Dihajar' Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diprediksi akan melemah, dan berada di range Rp9.710-Rp9.720. Namun, Bank Indonesia (BI) diprediksi mulai melambatkan intervensi, lantaran cadangan devisa terus turun.

Menurut Analis rupiah, Rhadyo Anggoro Widagdo, cadangan devisa turun akibat tingginya impor migas dimana defisit migas di 2012 mencapai USD5,6 miliar membuat BI membatasi intervensinya di pasar uang. Hingga saat ini cadangan devisa Indonesia merosot hingga USD7,58 miliar dalam 2 bulan terakhir ini.

"Meskipun kondisi ini masih dalam standar internasional namun pemerintah perlu mengantisipasi kondisi tersebut," kata dia di Jakarta, Rabu (13/3/2013).

Pada senin kemarin, rupiah ditutup melemah di level Rp9.700-Rp9.705 per USD, setelah sebelumnya ditutup di level Rp9.685-Rp9.690 per USD. Pelemahan ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain disebabkan oleh langkah Fitch Ratings yang menurunkan peringkat utang Italia.

"Fitch memangkas peringkat utang Italia setelah penutupan pasar pada Jumat, 8 Maret 2013 lalu. Kondisi itu menyebabkan tingkat yield obligasi Italia yang berjangka waktu 10 tahun naik sebanyak empat basis poin menjadi 4,64 persen," jelasnya.

Selain itu, dia menilai laporan dari China yang menyebutkan bahwa tingkat inflasi China menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan terakhir pada Februari lalu. Data yang dirilis pemerintah China menyebut, indeks harga konsumen China naik 3,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara, kenaikan harga pangan mencapai enam persen.

Faktor yang mendorong tingginya angka inflasi kali ini, adalah perayaan Tahun Baru Imlek. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran jika harga konsumen naik terlalu tinggi, hal itu akan menyebabkan China memperketat kebijakan moneternya. Pada akhirnya, kondisi itu akan memukul pertumbuhan China.

"Sementara dari dalam negeri timbul pesimisme dari para pelaku pasar bahwa pertumbuhan ekonomi di 2013 tidak sesuai dengan prediksi pemerintah di level 6,6-6,8 persen,"ungkapnya.

Selain itu, pelaku pasar memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2013 mengarah pada 6,3 persen. Dari sisi prediksi BI angka ini adalah batas bawah, sementara dari sisi pemerintah angka tersebut di bawah prediksi yang berada di level 6.6-6.8. "Kondisi ini tentu membuat para pelaku pasar lebih memilih USD sebagai safe haven currency dibandingkan instrumen investasi lainnya," kata dia.

BI Kurangi Intervensi, Rupiah Bakal 'Dihajar' Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diprediksi akan melemah, dan berada di range Rp9.710-Rp9.720. Namun, Bank Indonesia (BI) diprediksi mulai melambatkan intervensi, lantaran cadangan devisa terus turun.

Menurut Analis rupiah, Rhadyo Anggoro Widagdo, cadangan devisa turun akibat tingginya impor migas dimana defisit migas di 2012 mencapai USD5,6 miliar membuat BI membatasi intervensinya di pasar uang. Hingga saat ini cadangan devisa Indonesia merosot hingga USD7,58

Tes Nuklir Korut Tak Hasilkan Radiasi Radioaktif

Foto : Lokasi uji coba nuklir Korut (AP)
Foto : Lokasi uji coba nuklir Korut (AP)
VIENNA - Sebulan yang lalu, Korea Utara (Korut) melakukan uji coba miniatur bom nuklirnya. Namun uji coba itu tidak memunculkan radiasi radioaktif.

Seorang pengamat dari Carnegie Endowment James Acton berpendapat, tanpa mendeteksi radioisotop, akan sulit membedakan uranium dan plutonium. Seperti diketahui, plutonium kerap menjadi zat yang digunakan untuk membuat bom atom.

Organisasi Pengawas Larangan Uji Coba Nuklir Kompreshesif (CTBTO) sampai saat ini belum menemukan tanda-tanda radiasi radioaktif. Hal ini justru akan mempersulit penyelidikan materi-materi yang digunakan Korut untuk melakukan uji coba nuklir itu.

Juru bicara CTBTO Annika Thunborg tidak memberi paparan secara lanjut mengenai uji coba itu. Namun menurutnya, kegagalan dalam deteksi partikel radioaktif mengindikasikan bahwa Korut telah berhasil mencegah munculnya radiasi lewat uji coba nuklirnya. Demikian, seperti diberitakan Reuters, Rabu (13/3/2013).

Uji coba nuklir Korut yang berlangsung pada 12 Februari lalu di bawah tanah menimbulkan ledakan yang jauh lebih kuat ketimbang uji coba sebelumnya. Pyongyang dinilai berhasil membuat miniatur senjata atom yang mematikan, namun sejumlah pengamat berpendapat bahwa bom yang dimiliki Korut memiliki kekuatan ledakan sebesar lima kiloton.

Jumlah itu jelas lebih kecil ketimbang bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II. Pengamat AS juga yakin, kesuksesan uji coba itu membuat yakin Korut mengenai sistem persenjataannya, mereka bisa saja membangun misil berhulu ledak nuklir.

Tes Nuklir Korut Tak Hasilkan Radiasi Radioaktif

Foto : Lokasi uji coba nuklir Korut (AP)
Foto : Lokasi uji coba nuklir Korut (AP)
VIENNA - Sebulan yang lalu, Korea Utara (Korut) melakukan uji coba miniatur bom nuklirnya. Namun uji coba itu tidak memunculkan radiasi radioaktif.

Seorang pengamat dari Carnegie Endowment James

Internet Banking Panin

Mw prewed???

Mw prewed???
prewed | hub. 08117450827